Modal Awal Trading Saham

Modal Awal Trading Saham: Bagaimana Cara Menentukannya Bagi Pemula?

Banyak orang yang mulai tertarik dengan trading saham tetapi masih memikirkan modal awal untuk trading dan tidak tahu cara memulainya. Sebenarnya, modal awal trading saham untuk pemula tidak perlu tinggi, karena jika tidak dapat mengelolanya justru akan berisiko besar. Saat ini ada banyak platform atau broker trading saham yang memberikan modal kecil bagi pemula untuk mulai belajar.

Kemudian apa yang harus dilakukan oleh para pemula saat awal terjun dalam dunia trading saham? Bagaimana cara untuk mengelola saham yang sudah diinvestasikan supaya mendapatkan imbal hasil? techeazz.com akan membahas singkat di sini.

Berapa Modal Awal Trading Saham?

Pertanyaan ini sering kali muncul dan dilontarkan oleh para pemula yang ingin mulai trading saham. Jawaban yang sering diterima adalah, “yang paling penting harus menggunakan uang dingin, bukan uang panas.”

Uang dingin merupakan uang yang tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dana darurat, dan keperluan mendadak lainnya. Apabila Anda ingin mulai investasi dengan uang dingin, jika terjadi risiko kerugian maka tidak mengganggu kualitas hidup.

Namun dalam investasi saham, memahami modal awal tidak sebatas itu saja, karena belum menjawab pertanyaan mengenai berapa besar modal awal minimum yang harus dikeluarkan untuk trading saham. Jawabannya adalah, ‘start small’, memulai dari modal kecil sehingga siap dengan risiko kerugiannya.

Dapat dibayangkan, misal risiko kerugian yang terjadi mencapai 20% dari total modal, apakah Anda siap? Semakin besar modal yang dikeluarkan untuk trading awal, maka semakin besar juga kemungkinan risiko kerugian yang didapatkan. Untuk itu, bagi para pemula, alangkah baiknya membatasi risiko dengan memulai trading modal kecil.

Jika muncul pertanyaan lagi, ‘Kalau modal kecil, keuntungannya pasti kecil?” Pertanyaan tersebut sangat wajar karena setiap orang memiliki fear and greed. Justru sebab itulah sebaiknya Anda harus menahan diri untuk menambah modal untuk meminimalisir risiko kerugian.

Modal Awal Trading Saham

Memahami Money Management dalam Investasi Saham

Dalam menentukan modal awal trading saham Anda juga harus memahami bagaimana manajemen keuangan yang harus dilakukan. Kali ini techeazz.com akan mengulas seputar mengenai manajemen untuk mengelola modal minimal investasi saham.

Menetapkan Modal Minimal

Anda harus menggunakan uang dingin sebagai modal untuk memulai trading saham. Selain itu, Anda juga harus memulai dengan nominal yang kecil misalnya Rp100.000.

Jumlah Saham yang Dibeli

Selain itu, Anda juga harus menentukan berapa banyak jumlah saham yang akan dibeli. Anda pun harus menentukan berapa persen modal yang digunakan untuk melakukan pembelian setiap saham. Misalnya jika Anda ingin membeli 5 saham dengan masing-masing modal maksimal 20%, sehingga totalnya Rp20 juta.

Menyadari Cash Is The King

Hal yang perlu Anda hindari yaitu nafsu untuk menghabiskan modal karena FOMO. Lebih baik membeli tahap demi tahap dari alokasi per saham dan jangan langsung dihabiskan.

Jadi misalnya membeli 25% sampai 50% dari alokasi total Rp20 juta, yakni sekitar 5 – 10 juta. Jadi apabila ada peluang lagi, Anda masih memiliki kas untuk melakukan pembelian. Jika pun tidak ada retracement maka dapat digunakan untuk melakukan pembelian saham lainnya yang lebih berpeluang.

Melakukan Penarikan Uang Apabila Mendapatkan Keuntungan

Jika Anda sudah memperoleh keuntungan, bagi para pemula lebih baik melakukan penarikan uang begitu juga seterusnya sampai bisa kembali modal. Jangan langsung diputar terus-menerus karena hal ini tidak dapat memastikan apakah modal kembali atau tidak.

Misalnya Anda sudah mendapatkan imbal hasil 10% dari modal total, maka keuntungannya bisa ditarik terlebih dahulu sehingga sedikit demi sedikit modal awal trading saham bisa balik. Proses trading saham selanjutnya pun dapat dilakukan dengan modal yang sudah didapatkan dari keuntungan.

Membatasi Level Risiko

Hal yang perlu Anda pahami lagi dalam manajemen keuangan saat investasi saham yaitu menentukan level pembatasan risiko atau stop loss. Namun cara ini harus dilakukan sesuai dengan technical. Dalam hal ini, stop loss harus di bawah support sehingga tidak kena false breakdown atau harga memantul setelah stop loss.

Bagi para trader profesional strategi ini memang tidak begitu menarik, apalagi bagi mereka yang sudah mendapatkan imbal hasil yang banyak. Namun ternyata strategi money management ini sangat efektif dan aman menurut techeazz.com untuk menghadapi berbagai fluktuasi.

Jadi bagi Anda yang ingin memulai trading saham, perlu mengetahui modal awal trading saham yang Anda keluarkan terlebih dahulu. Sebagai pemula, alangkah baiknya tidak terlalu besar dalam mematok modal awal supaya risiko kerugian yang mungkin terjadi juga tidak begitu besar.